Latihanlatihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas ini harus dilatih dengan tekun dan sistematis. 5. Model-Model Latihan Fisik dengan Menggunakan Alat Bantu Pelatihan . a. Latihan denganBola Medisin Berikutini informasi mengenai beberapa gerakan yang mampu melatih kekuatan otot kaki seseorang. Baca Juga: Jenis Olahraga yang Mudah dan Murah Dilakukan di Rumah. Macam Macam Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit di Rumah. Macam Macam Gerakan untuk Kelenturan Tubuh. Jenis Jenis Senam Populer serta Penjelasannya. BQAF. Dipublish tanggal Jul 14, 2019 Update terakhir Okt 12, 2020 Waktu baca 3 menit Pemanasan sebelum berlari dapat menghangatkan otot dan melemaskan persendian, yang dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kinerja. Ketika berbicara mengenai persiapan berlari, penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dengan peregangan dinamis dapat meningkatkan performa dalam berlari. Peregangan statis adalah variasi dari pemanasan, yang dilakukan dengan menahan posisi selama 5-10 detik. Sedangkan peregangan dinamis adalah latihan aktif yang dilakukan untuk meningkatkan rentang gerak. Peregangan dinamis juga dapat meningkatkan suhu otot dan meningkatkan aliran darah. Berikut adalah 6 jenis pemanasan yang dapat dilakukan sebelum berlari. Jalan cepat Berjalan cepat mungkin tidak tampak seperti peregangan, tetapi dapat secara efektif menghangatkan dan meregangkan otot. Berjalan dengan langkah cepat dapat dilakukan selama 1-2 menit. Kecepatannya harus lebih cepat daripada jalan biasa, tetapi tidak terlalu cepat sehingga terasa seperti jogging ringan. Pemanasan Statis Pemanasan statis adalah pemanasan yang paling umum dilakukan. Pemanasan statis dapat dilakukan secara berurutan dimulai dari kepala terlebih dahulu, kemudian bahu, tangan, pinggang dan kaki. Berikut ini adalah contoh dari gerakan pemanasan statis yang dapat Anda lakukan Pemanasan pada daerah leher Untuk melakukan pemanasan pada daerah di sekitar kepala dan leher ada beberapa gerakan yang harus dilakukan. Pertama berdirilah dengan posisi kaki lebih lebar dibanding dengan lebar bahu serta letakkan tangan di pinggang. Lakukan peregangan dengan menundukan, menengok dan menekuk kepala ke arah kanan dan kiri. Lakukan setiap gerakan secara bergantian dengan hitungan tertentu. Pemanasan pada daerah tangan Untuk melakukan gerak pemanasan pada daerah sekitar tangan, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah sama dengan pemanasan pada daerah kepala. Berdirilah dengan posisi kaki lebih lebar dibanding lebar bahu. Silangkan tangan kanan ke arah kiri dan tangan kiri menahan siku tangan kanan, tahan sampai hitungan tertentu. Anda akan merasakan tarikan dan regangan di sekitar lengan. Selanjutnya silangkan tangan kiri ke arah kanan dan tangan kanan menahan siku tangan kiri, tahan sampai hitungan tertentu. Lakukan dengan hitungan yang sama pada tangan dan kiri. Pemanasan pada daerah pinggang Untuk melakukan gerak pemanasan pada di daerah sekitar pinggang, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah sama dengan gerak pemanasan pada tangan. Berdiri dengan posisi kaki lebih lebar dibanding lebar bahu, dan letakkan tangan agar berada di pinggang. Arahkan pinggang ke arah kanan, dorong pinggang sampai otot pada bagian pinggang terasa tertarik dan tahan sampai hitungan tertentu. Jangan terlalu memaksa jika pinggang Anda terasa sakit. Lakukan sesuai dengan kemampuan Anda. Setelah selesai arahkan pinggan Anda ke arah kiri, dorong pinggang ke kiri sampai otot pinggang terasa tegang, tahan hingga beberapa hitungan tertentu. Lakukan gerakan selanjutnya secara bergantian dan dengan beberapa repetisi. Perlu diperhatikan, seperti pada gerakan kepala dan gerakan tangan yang telah dijelaskan sebelumnya, jumlah hitungannya harus sama. Peregangan Dinamis Knee Reach Knee reach adalah awal dari seri yang terdiri dari tiga bagian. Latihan-latihan ini meniru beberapa gerakan berlari. Knee reach meregangkan otot perut, pinggul, bahu, dan paha depan. Mulailah dengan kaki selebar pinggul dan lengan di samping. Dengan kaki kanan, melangkah maju dalam posisi lunge. Angkat lengan sehingga kedua tangan berada setinggi pusar dengan telapak tangan saling berhadapan. Angkat kaki kanan melentur ke atas untuk diregangkan, sedangkan kaki kiri tetap menginjak tanah. Tendangan pinggul Tendangan pinggul adalah latihan peregangan dinamis lainnya. Peregangan ini dilakukan dengan peregangan kaki bagian depan sambil berlari dengan langkah ringan. Cara melakukan tendangan pinggul Mulailah dengan jogging dengan langkah ringan. Saat joging, fokuslah pada menempatkan berat tubuh pada kaki. Pada gilirannya, tendang setiap kaki ke belakang dengan tumit hampir menyentuh pinggul. Lanjutkan latihan ini selama 15-30 detik. Knee Lift Latihan ini mungkin tampak seperti kebalikan dari tendangan pantat. Alih-alih menendang kaki ke belakang, gerakan ini dilakukan dengan mengangkat lutut ke atas, meregangkan pinggul dan otot pantat. Untuk melakukan knee lift Mulailah dengan jogging dengan langkah ringan. Fokuskan berat tubuh pada kaki bagian depan. Pada gilirannya, angkat lutut dengan tinggi, tanpa lutut melebihi ketinggian pinggul. Lakukan pendaratan secara perlahan. Lakukan latihan ini selama 15-30 detik. 5 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat Halodoc, Jakarta – Olahraga memang menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan metal, asalkan tata cara dan aturan mainnya dilakukan dengan benar. Misalnya, melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Jangan anggap remeh hal tersebut, sebab keduanya amat dibutuhkan tubuh untuk menghindari cedera. Ada fakta menarik yang perlu kamu simak dari Pustaka Kesehatan Populer. Dalam buku itu disebutkan setiap tahun dinas kesehatan AS menangani lebih dari 10 juta kasus cedera yang berhubungan dengan olahraga. Setidaknya, 3,5 juta di antaranya terjadi pada anak di bawah umur 15 tahun. Nah, fakta ini bisa mengingatkan kamu betapa pentingnya penerapanan olahraga yang tepat. Mulai dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Sayangnya, karena berbagai alasan mulai dari malas hingga enggak ada waktu, banyak orang melewatkan pemanasan dan pendinginan dalam olahraga. Padahal, pentingnya pemanasan dibutuhkan oleh tubuh sebelum memulai latihan inti. Menurut American College of Sports Medicine, pemanasan bisa meningkatkan denyut jantung dan aliran darah ke otot-otot. Salah Kaprah Pemanasan Menurut ahli, setiap jenis olahraga memiliki tata cara pemanasan sendiri. Namun, banyak orang yang keliru atau tidak tahu tentang hal ini. Banyak orang beranggapan, kalau gerakan pemanasan adalah universal. Artinya, bebas memilih berbagai gerakan, yang penting tubuh “panas”, alias mengeluarkan keringat. Padahal, aturan mainnya tidak seperti itu. Kata ahli, enggak ada gerakan pemanasan yang universal. Lalu, bagaimana gerakanan pemanasan yang baik untuk tubuh? Simpel, gerakan pemanasan idealnya mengarah pada “menu” latihan utama. Contoh, bila kamu ingin berolahraga bola basket, gerakan pemanasannya bisa berupa passing, dribbling, atau gerakan lainnya yang menuju pada latihan inti. Contoh lainnya bisa dilihat dalam olahraga badminton. Nah, ketika ingin memulai olahraga ini, pemanasan perlu difokuskan pada tubuh bagian atas. Gerakan pemanasannya bisa berupa memukul seperti halnya dalam latihan. Kalau futsal beda lagi, kamu bisa memulai gerakan pemanasan dengan jogging, passing, dan dribling. Tidak Hanya Fisik Bagi kamu yang sudah terbiasa berolahraga setiap hari, tentu sudah paham pentingnya pemanasan bagi fisik. Mulai dari meningkatkan suhu tubuh, denyut jantung, hingga melenturkan persendian. Enggak cuma itu, berdasarkan studi yang dipublikasi oleh US National Library of Medicine – National Institute of Health, pemanasan juga bisa mengurangi risiko cedera muskuloskeletal sendi, ligamen, otot, saraf, dan tulang belakang. Namun, apa kamu tahu kalau ada dua aspek penting lainnya yang bergantung pada pemanasan? Nah, kata ahli, pemanasan juga bermanfaat untuk menyiapkan mental dan kimiawi tubuh hormonal. Jadi, jangan lagi berpikir kalau pemanasan adalah hal yang sederhana. Sebab pemanasan yang keliru bisa menyebabkan hormonal tubuh enggak siap menghadapi menu latihan utama. Kalau sudah begitu, bisa menimbulkan kram yang selama ini orang mengira penyebabnya adalah dehidrasi. Ketika unsur kimia tubuh tidak siap, dalam kasus yang parah bisa menyebabkan tendon jaringan tebal yang berfungsi menempelkan tulang ke otot putus. Kalau mental lain cerita. Pemanasan membuat kamu lebih percaya diri. Contohnya, menghilangkan perasaan takut akan cedera dan keraguan saat hendak mencoba menu latihan baru. Sebagai Bentuk Relaksasi Sama halnya dengan pemanasan, pendinginan pun sering dilewatkan banyak orang seusai berolahraga. Padahal, pendinginan bertujuan untuk merilekskan otot dan tubuh paskaolahraga. Melalui pendinginan, kondisi tubuh dan otot diharapkan kembali normal. Selain itu, tahap terakhir dari olahraga ini juga bisa membuat kamu terhindar dari penumpukan darah di salah satu bagian tubuh. Menurut ahli, sebaiknya kamu memilih gerakan stretching peregangan dinamis daripada statis saat hendak melakukan pendinginan. Alasannya, peregangan dinamis ini lebih efektif, sebab bisa mengembalikan otot dalam kondisi “panas”. Enggak cuma itu, kamu juga bisa mencoba berbagai teknik pernapasan saat melakukan proses pendinginan. Tujuannya jelas, untuk menurunkan denyut jantung setelah berolahraga agar tubuh lebih rileks. Nah, yang perlu kamu ingat, proses recovery tubuh setelah berolahraga enggak hanya bergantung pada pendinginan saja. Menurut ahli, asupan nutrisi dan istirahat yang cukup juga berperan penting dalam pemulihan kondisi tubuh pascaolahraga. Mau tahu lebih jauh mengenai pentingnya pemanasan dan pendinginan pada olahraga? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. - Tubuh kita setiap harinya melakukan banyak kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan pemanasan sebelum kita memulai berolahraga. Pemanasan sebelum olahraga bertujuan menghindari terjadinya cedera otot. Selain itu, melakukan gerakan pemanasan dengan baik akan bermanfaat untuk membuat tubuh kita lebih rileks sebelum melakukan gerakan yang lebih Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pemanasan dalam olahraga diartikan sebagai serangkaian persiapan sebelum pertandingan atau pelatihan. Adapun pemanasan memiliki beberapa jenis. Tentunya Anda bisa melakukannya sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri. Baca juga Gerak Pemanasan dan Pendinginan Senam Irama Lantas apa saja jenis-jenis pemanasan sebelum olahraga? Dikutip dari laman Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat dan berikut adalah jenis-jenis pemanasan sebelum olahraga. 1. Pemanasan Statis Jenis pemanasan ini dilakukan dari ujung kepala ke ujung kaki, lalu menahannya selama 30 detik atau lebih. Gerakan pemanasan statis cenderung ringan dan tidak menyakitkan. Pemanasan statis, banyak dilakukan terutama dalam proses pembelajaran olahraga di sekolah. 2. Pemanasan Pasif Jika pemanasan statis bisa dilakukan sendiri, maka pemanasan pasif harus membutuhkan partner atau satu orang lainnya untuk membantu. Jenis pemanasan ini dilakukan dengan cara berdiri, kemudian pinggang disandarkan ke tembok. Lalu, partner Anda dapat mengangkat kaki serta meregangkan hamstring. Pemanasan pasif bertujuan untuk mengurangi kelelahan pada otot dan rasa sakit setelah juga 5 Ragam Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit 3. Pemanasan Dinamis Pemanasan ini melibatkan pengendalian tangan dan kaki yang dilakukan dengan perlahan. Ketika melakukan jenis pemanasan ini, bagian tubuh akan bergerak dan perlahan-lahan meningkatkan kecepatan, baik dilakukan satu persatu maupun sekaligus bersamaan. 4. Pemanasan Balistik Mendorong bagian tubuh melebih batas normal pergerakan dan membuatnya lebih meregang disebut pemanasan balistik. Jenis pemanasan ini bertujuan untuk meningkatkan jarak pergerakan dan memicu otot meregang dengan refleks. Pemanasan balistik tidak dianjurkan oleh orang umum. Sebab, jenis pemanasan ini bisa membuat cedera. Hanya atlet dalam kondisi tertentu dan kompeten yang bisa melakukan pemanasan balistik ini dengan baik. Baca juga Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani secara Teratur 5. Pemanasan Aktif Terisolasi Pemanasan aktif terisolasi bertujuan untuk dapat melatih otot tubuh, sehingga hanya dilakukan oleh orang-orang yang ahli saja seperti atlet, pelatih, terapis pijat, dan profesional lainnya. 6. Pemanasan Isometrik Pemanasan isometrik merupakan jenis pemanasan paling aman dan paling efektif untuk meningkatkan jarak pergerakan sendi sekaligus memperkuat tendon dan ligamen saat mencapai kelenturannya. 7. Pemanasan Neuromuscular Pemanasan ini menggabungkan tiga jenis pemanasan yaitu isometrik, statis, dan pasif. Pemanasan neuromuscular merupakan bentuk latihan kelenturan atau fleksibilitas yang juga membantu meningkatkan kekuatan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Sebelum berolahraga, penting bagi Anda untuk melakukan pemanasan. Gerakan pemanasan akan membuat Anda bergerak lebih luwes selama berolahraga. Dengan begitu, Anda terhindar dari risiko cedera. Apa saja jenis-jenis pemanasan sebelum olahraga yang umum dilakukan? Berikut penjelasannya. Seperti apa pemanasan yang benar sebelum olahraga? Pemanasan umumnya melibatkan sejumlah aktivitas dengan kecepatan dan intensitas yang rendah. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa alasan kenapa penting melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Membantu meningkatkan suhu tubuh. Meningkatkan aliran darah ke jaringan otot. Mempersiapkan kinerja sistem jantung dan pembuluh darah kardiovaskular. Menghindari kram otot dan pegal otot. Mengurangi risiko cedera. Meningkatkan kinerja fisik selama berolahraga. Anda cukup melakukannya dengan intensitas ringan, tetapi berfokus pada kelompok otot besar, seperti paha belakang untuk mendapatkan manfaat pemanasan. Pemanasan sekitar 5 – 10 menit sebelum berolahraga sudah cukup bagi Anda. Jangan memaksakan dan melakukan secara berlebihan karena justru bisa memicu cedera sendi. Pada dasarnya jenis pemanasan terbagi menjadi dua, yakni yang bersifat dinamis melibatkan gerak tubuh dan statis tidak melibatkan gerak tubuh. Pemanasan sebelum olahraga apa pun akan sama dan Anda bisa melakukannya sesuai dengan kebutuhan. Mengutip dari Massachusetts Institute of Technology, jenis-jenis pemanasan yang paling umum dilakukan sebelum berolahraga antara lain seperti berikut ini. 1. Pemanasan statis Pemanasan statis Anda lakukan dari ujung kepala sampai ke ujung kaki tanpa banyak melakukan gerakan. Gerakan ini mirip seperti peregangan kaki atau lutut layaknya rutinitas pemanasan selama sekolah dulu. Umumnya pemanasan ini dilakukan selama 30 detik atau lebih. Gerakannya ringan dan tidak menyakitkan. Anda akan merasakan seluruh badan meregang dan memengaruhi otot, bukan pada sendi. Pemanasan ini juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani. 2. Pemanasan pasif Mirip dengan sebelumnya, pemanasan pasif mengharuskan Anda bersama satu orang lainnya untuk saling menekan dan meregangkan otot. Anda bisa berdiri dengan pinggang Anda menyandar ke tembok sementara pasangan pemanasan Anda mengangkat kaki Anda dan meregangkan hamstring. Hal ini berguna untuk mencegah cedera hamstring. Gerakan yang juga disebut pemanasan santai ini akan membantu mengurangi kejang otot, kelelahan otot, dan rasa sakit setelah berolahraga. 3. Pemanasan dinamis Jenis pemanasan dinamis sebelum berolahraga melibatkan pengendalian tangan dan kaki dengan perlahan hingga batas jarak pergerakan otot. Bagian tubuh Anda perlu bergerak secara perlahan-lahan sembari meningkatkan kecepatan. Gerakan pemanasan dapat dilakukan satu per satu maupun bersamaan. 4. Pemanasan balistik Pemanasan balistik bertujuan mendorong bagian tubuh melebihi batas normal pergerakan dan membuatnya lebih meregang. Jenis pemanasan ini akan meningkatkan jarak pergerakan dan memicu otot meregang dengan refleks. Sayangnya, pemanasan ini juga memiliki risiko cedera yang besar. Oleh karena itu, hanya atlet dalam kondisi tertentu saja yang bisa melakukan pemanasan ini dengan baik. 5. Pemanasan aktif terisolasi Jenis pemanasan aktif biasanya digunakan oleh para atlet, pelatih, terapis pijat, dan profesional lainnya sebelum latihan. Cara melakukan pemanasan satu ini, Anda perlu berada pada posisi tertentu dan menahannya dengan baik tanpa bantuan orang lain selain kekuatan otot sendiri. 6. Pemanasan isometrik Pemanasan isometrik merupakan peregangan otot statis, caranya Anda perlu menahan peregangan selama beberapa waktu. Anda bisa meminta pasangan menahan kaki Anda untuk diangkat tinggi sementara Anda berusaha menekan ke arah berlawanan. Jenis pemanasan ini adalah salah satu yang paling aman dan efektif dalam berolahraga. Hal ini bisa meningkatkan jarak pergerakan sendi, memperkuat tendon, dan ligamen saat mencapai kelenturannya. 7. Propriosepsi neuromuscular Pemanasan propriosepsi neuromuscular atau proprioceptive neuromuscular facilitation PNF menggabungkan pemanasan isometrik, statis, dan pasif. Latihan ini dilakukan untuk mencapai tingkat kelenturan gerakan yang lebih tinggi. Pemanasan ini dilakukan dengan cara meregangkan otot sampai jarak pergerakan meningkat. Pemanasan ini merupakan bentuk latihan kelenturan atau fleksibilitas yang juga membantu meningkatkan kekuatan otot. Jenis-jenis pemanasan sebelum berolahraga dapat Anda sesuaikan dengan tipe latihan yang Anda lakukan. Walaupun gerakannya tampak sederhana, Anda jangan membiasakan berolahraga tanpa pemanasan. Kondisi tubuh yang kaku dan tidak melakukan peregangan sebelumnya justru akan meningkatkan risiko cedera akibat otot yang belum lentur. Halodoc, Jakarta –Meski sudah sangat mendasar dan diketahui secara luas, pemanasan dan pendingin dalam berolahraga nyatanya kerap dilupakan. Padahal, kedua hal tersebut sama pentingnya dengan inti dari olahraga itu sendiri, lho! Pemanasan dianjurkan untuk dilakukan sebelum tubuh diajak berolahraga. Sayangnya, jarang ada orang yang mau menerapkan kebiasaan baik ini. Pemanasan dibutuhkan untuk membantu mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas yang cenderung berat. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam pemanasan maupun pendinginan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan otot yang optimal untuk mencegah cedera otot. Agar lebih jelas, yuk lihat betapa pentingnya pemanasan dan pendinginan dalam olahraga! Baca juga Agar Tak Cedera, Lakukan 3 Tips Olahraga Ini Pentingnya Pemanasan dalam Olahraga Pemanasan dilakukan setidaknya 5-10 menit sebelum berolahraga. Gerakan yang dilakukan pun cenderung perlahan, mudah, dan konsisten. Salah satu yang harus dilakukan saat pemanasan adalah peregangan otot, untuk membuat otot lebih elastis dan lentur. Selain itu, pemanasan sebelum berolahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan suhu tubuh, aliran darah, dan denyut jantung. Nyatanya hal-hal tersebut dibutuhkan untuk mempersiapkan kinerja jantung dan pembuluh darah. Selain itu, hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko kram, cedera, dan pegal pada otot setelah berolahraga. Meski penting, perlu diingat untuk tidak melakukan pemanasan secara berlebihan. Pasalnya, pemanasan yang berlebihan malah bisa menyebabkan cedera sendi. Selain itu, pemanasan yang berlebihan pun bisa menghabiskan energi dan membuat olahraga menjadi tidak efektif. Baca juga Harus Tahu, Pentingnya Pemanasan dan Pendinginan Dalam Olahraga Pentingnya Pendinginan dalam Olahraga Pendinginan juga menjadi satu hal yang paling sering dilupakan. Padahal, dalam rangkaian olahraga, pendinginan alias cooling down merupakan hal yang sama penting dengan pemanasan. Pendinginan sering dilupakan karena seseorang biasanya sudah terlalu lelah dan merasa malas untuk melakukannya. Jika pemanasan dilakukan untuk mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga, maka pendinginan juga memiliki perannya sendiri. Melakukan pendinginan setelah berolahraga bertujuan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Selain itu, pendinginan juga penting untuk mencegah cedera dan pegal-pegal setelah berolahraga. Saat sedang berolahraga, otot tubuh akan mengalami perubahan dan merasa hangat karena gerakan dan kecepatan yang dilakukan. Nah, untuk inilah dibutuhkan pendinginan. Pendinginan dapat membantu meningkatkan rentang gerak otot. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya robek atau terluka pada bagian otot. Sama dengan pemanasan, melakukan pendinginan setelah berolahraga tidak boleh sembarangan. Pendinginan harus dilakukan dengan cara yang lembut, hindari melakukan gerakan yang sama beratnya, seperti meloncat atau gerakan lain yang lebih cepat. Jangan lupa juga untuk mengatur napas baik saat pemanasan, berolahraga, hingga pendinginan. Menurut penelitian, teknik pernapasan yang tepat saat pendinginan dapat meningkatkan performa olahraga. Teratur melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah olahraga nyatanya tidak pernah sia-sia. Orang yang melakukannya dengan benar disebut memiliki risiko cedera olahraga yang lebih rendah dibandingkan yang tidak melakukannya. Baca juga Dosis Olahraga yang Dianjurkan agar Tetap Sehat Pemanasan dan pendinginan saat berolahraga dapat membantu mengoptimalkan olahraga yang dilakukan. Lengkapi dengan mengatur pola makan, cukup mengonsumsi air putih, dan istirahat untuk mendapat manfaat terbaik dari olahraga. Bahkan, penurunan berat badan bisa menjadi bonus dari kebiasaan tersebut! Selain pola makan sehat, jangan lupa untuk mengonsumsi multivitamin tambahan. Lebih mudah beli suplemen dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

sebutkan beberapa persendian yang harus dilatih dalam gerakan pemanasan